PROFIL SINGKAT
LEMBAGA TAHFIZH AL QURAN (LTQ)
IBNU ABBAS ISLAMABAD
1. Ta’aruf
Lembaga Tahfizh Al Quran Ibnu Abbas Islamabad dibentuk dan disepakati nama, visi dan misi serta program dan kepengurusannya pada musyawarah pertama kali tanggal 2 Sya’ban 1431 H yang dihadiri oleh mayoritas anggota LTQ ini. Berawal dari keinginan dan tujuan bersama serta semangat rekan-rekan untuk menghafal dan mengulang hafalan Al Quran yang pernah mereka miliki, maka beberapa orang menyepakati untuk membentuk satu wadah dalam bentuk halaqoh kecil di mana mereka memiliki kesempatan untuk mengaktualisasikan tujuan itu (menghafal Al Quran), terbentuklah Halaqoh Tahfizh -tanpa memiliki embel-embel nama- pada 1 Oktober 2009 yang hanya terdiri dari 6 orang dengan meyepakati beberapa point penting; memilih Musyrif (Mansur Taswin) dan Koordinator untuk mengkoordinasi program kerja agar tetap berjalan, serta point penting lain, yaitu mengadakan tasmi’ dan muraja’ah juzziyyah (mengulang hafalan satu juz ‘sekali duduk’) sebagai agenda mingguan dan bulanan juga target hafalan yang harus dipenuhi setiap bulannya. Motto slow but sure menjadi landasan para anggota, mengingat kesibukan mereka; baik dalam dunia akademi maupun organisasi, namun tidak mengurangi semangat dan azzam para anggota dalam halaqoh ini.
Seiring waktu berjalan, anggota halaqoh makin bertambah dan usulan demi usulan mulai banyak masuk ke ”meja koordinator” untuk menuju ke arah perbaikan dan kebaikan, kemudian diusulkanlah nama halaqoh tahfizh menjadi Halaqoh Tahfizh Ibnu Abbas dengan merujuk salah seorang nama Shahabat yang dikenal sebagai hibrul ummah (ulamanya ummat ini), mufassir besar sepanjang zaman, dan pemilik madrasah Al Quran pada masanya radhiyallahu ‘anhu, berkat doa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
اللهم فقهه في الدين وعلمه التأويل
“Ya Allah, berilah pemahaman agama kepadanya, dan berikan kepadanya ilmu ta’wil (tafsir Al Quran)”.
2. Point penting
Saat ini, LTQ Ibnu Abbas memiliki anggota sebanyak 15 orang dengan latar belakang organisasi dan fakultas yang berbeda. Dengan adanya satu visi dan misi bersama ini, maka perbedaan latar belakang tadi luntur ketika masuk dalam lingkaran lembaga yang berorientasi pembentukan generasi Qurani ini. Adanya tujuan bersama itu pula, maka semua anggota berkumpul dan membentuk satu wadah di mana masing-masing personal berlomba-lomba dalam menghafal dan menggalakkan semangat bersama untuk berinteraksi dengan Al Quran secara intensif. Adapun point-point penting yang dihasilkan dalam musyawarah pertama adalah:
a. Nama Lembaga
Lembaga Tahfizh Al Quran (LTQ) Ibnu Abbas Islamabad
b. Tanggal dibentuk
2 Sya’ban 1431 H bertepatan 14 Juli 2010
c. Motto
الحياة في ظلال القرآن نعمة لايعرفها إلامن ذاقها
d. Visi dan Misi
· Visi
Membentuk generasi Qurani yang berakhlaqul karimah
· Misi
- Mendirikan Lembaga Tahfizh Al Quran dan mengembangkan metode yang
efektif
- Mensyiarkan nilai-nilai Al Quran bagi anggota dan lingkungan sekitar
e. Struktur Pengurus
- Koordinator Umum : Zulfi Abdul Hamid
- Mas’ul Tahfizh :
1. Abdurrahman Qasim
2. Akhmad Faruki
- Mas’ul Kultum : Syandri Sa’ban
- Mas’ul Idari dan Buletin : Ahmad
f. Program Kerja
· Program Pokok
- Mengaktualisasikan target hafalan dua bulan satu juz (satu tahun minimal empat juz dipotong waktu libur untuk ujian)
- Mengaktifkan tasmi' Al-Quran yang diadakan satu kali tiap pekan
- Mengadakan tasmi' dauri (bergilir) pada tiap pertemuan
- Mengaktifkan muraja'ah Juziyyah setiap dua bulan di akhir pekan (tidak
menambah hafalan baru sebelum melancarkan satu juz)
- Mengaktifkan evaluasi bulanan (dua bulan sekali) yang dilaksanakan oleh
masing-masing penanggung jawab (mas'ul) yang dikoordinir oleh Koordinator
Umum
· Program Penunjang
- Menggiatkan kultum pada tiap pertemuan
- Menerbitkan buletin bulanan
- Membentuk partner tasmi'
Akhirnya, hanya kepada Allah kita berharap. Wa nastamiddu minHu al 'aun wa attaufiq. (zul_)

0 comments:
Post a Comment